KUDUS, Kaifanews — Kuliner khas pesisir Pantura kembali mencuri perhatian di Kabupaten Kudus. Olahan kepala ikan manyung atau ndas manyung hadir dalam ukuran jumbo dengan cita rasa rempah yang kuat, menjadikannya buruan para pecinta makanan pedas, terutama saat cuaca dingin dan musim hujan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di sebuah rumah makan di Desa Getaspejaten, Ulam Sari Resto Kudus sajikan ndas manyung yang tampil berbeda dari mangut pada umumnya. Kuah kental berwarna kuning kecokelatan tampak melimpah, membalut kepala ikan berukuran besar dengan aroma rempah yang menggoda.

Perpaduan rasa gurih, pedas, dan aromatik menjadi daya tarik utama menu ini. Setiap suapan menghadirkan sensasi hangat yang khas, cocok dinikmati saat hujan turun.

Proses pembuatannya pun tidak sederhana. Sebelum dimasak, kepala ikan manyung terlebih dahulu dikukus untuk menghilangkan bau amis. Setelah itu, ikan dimasak dengan racikan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, sereh, daun salam, dan daun jeruk, lalu disiram santan hingga meresap sempurna.

Ukuran yang jumbo, bahkan bisa mencapai satu kilogram per porsi, membuat menu ini lebih cocok disantap bersama. Satu sajian biasanya dinikmati oleh tiga hingga lima orang.

Salah satu penikmat, Lenny Rahmawati, mengaku cita rasa pedas dan gurihnya membuatnya ketagihan.

“Rasanya kuat, pedasnya terasa tapi tetap gurih. Paling enak dimakan bareng teman atau keluarga,” ujarnya saat makan bersama temannya pada Senin 26 April 2026:

Sensasi Mangut Kepala Manyung Jumbo, Rekomendasi Kuliner Pesisir yang Bikin Ketagihan
Mangut Ndas Manyung Jumbo di Ulam Sari Resto, Getaspejaten. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Pengelola rumah makan, Agus Munahar, menyebut ndas manyung jumbo menjadi menu paling diminati, terutama oleh pengunjung yang datang secara rombongan.

“Kalau ramai-ramai biasanya langsung pesan yang jumbo. Ini memang paling laris,” katanya.

Dengan harga berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per porsi, kuliner ini tergolong terjangkau untuk dinikmati bersama. Sebagai pelengkap, pengunjung biasanya memesan minuman segar seperti es teler atau es buah untuk meredam sensasi pedas.

Tingginya minat pembeli membuat menu ini kerap cepat habis. Pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.

“Sering sebelum jam makan siang sudah habis, jadi kalau mau coba sebaiknya datang lebih awal,” tandasnya. (*)