Kaifanews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak Siklon Tropis 25S (90S) yang saat ini terpantau berada di wilayah selatan Pulau Jawa.
Berdasarkan pemantauan terbaru Rabu, 4 Maret 2026 pukul 21.30 WIB, posisi mata siklon terdeteksi berada sekitar 360 kilometer di tenggara Yogyakarta. Sistem siklon ini terus bergerak di perairan selatan Indonesia dan berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah.
BMKG memprediksi Kamis, 5 Maret 2026 akan menjadi puncak fase aktivitas Siklon Tropis 25S. Pada fase ini, potensi dampak cuaca ekstrem diperkirakan meningkat, terutama di wilayah Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain itu, pada Kamis pagi, pusat siklon diperkirakan bergeser dan berada sekitar 322 kilometer di selatan Jember, Jawa Timur. Pergerakan sistem ini berpotensi memicu angin kencang, hujan lebat, serta petir di beberapa wilayah yang berada di jalur pengaruhnya.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah pesisir dan wilayah rawan bencana hidrometeorologi, agar tetap waspada terhadap potensi banjir, pohon tumbang, gelombang tinggi, serta gangguan aktivitas pelayaran.
Para nelayan dan pelaku aktivitas laut juga diminta untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum melaut, mengingat adanya potensi peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
BMKG menegaskan bahwa masyarakat dapat terus memantau perkembangan terbaru terkait siklon tropis ini melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi secara tepat.








