KUDUS, Kaifanews — Kerukunan antarumat beragama dan sikap saling menghargai perbedaan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kudus dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat menjadi keynote speaker pada Sosialisasi dan Pembinaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kudus di Pendapa Belakang, Senin, 22 Juni 2026.
Kegiatan mengusung tema ‘Merajut Kerukunan Umat dengan Menghargai Perbedaan dan Menolak Segala Bentuk Intoleransi serta Bullying’. Pihak yang dilibatkan adalah para ketua OSIS SMA dan SMK se-Kabupaten Kudus. Kehadiran para pelajar diharapkan menjadi langkah awal untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan sejak usia muda.
Dalam kesempatan itu, Sam’ani menegaskan, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan modal sosial yang harus dijaga bersama. Menurutnya, perbedaan latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan tidak boleh menjadi pemicu perpecahan, melainkan menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan.
“Perbedaan adalah anugerah yang harus kita hormati. Melalui komunikasi yang baik, sikap saling menghargai, dan semangat kebersamaan, kita bisa menjaga Kudus tetap rukun dan harmonis,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan generasi muda untuk berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu caranya dengan menolak segala bentuk tindakan intoleransi dan perundungan yang dapat merusak hubungan sosial.
Bupati menilai para pelajar memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menularkan nilai-nilai toleransi kepada teman sebaya dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, para ketua OSIS diharapkan dapat menjadi teladan dalam membangun budaya saling menghormati dan menghargai perbedaan.
“Jangan sampai ada bullying ataupun sikap intoleran di lingkungan sekolah. Jadilah generasi yang mampu merangkul perbedaan dan menjaga persatuan,” katanya.
Melalui kegiatan pembinaan FKUB tersebut, diharapkan semangat toleransi dan kerukunan semakin mengakar di kalangan generasi muda sehingga mampu menciptakan kehidupan masyarakat Kudus yang damai, inklusif, dan penuh kebersamaan.
“Kalau kita mampu menghargai perbedaan, maka kerukunan akan selalu terjaga dan Kudus akan semakin kuat,” tandasnya. (*)








