KUDUS, Kaifanews — Puluhan warga kampus Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) mengikuti aksi donor darah yang digelar Korps Sukarela (KSR) Unit UMKU bekerja sama dengan PMI Kabupaten Kudus di Ruang Serbaguna 1 UMKU, Selasa 23 Juni 2026.
Kegiatan kemanusiaan tersebut menjadi salah satu upaya membantu menjaga ketersediaan stok darah di PMI Kudus sekaligus mengajak masyarakat untuk berkontribusi langsung menyelamatkan nyawa sesama.
Ketua KSR Unit UMKU, Khaira Meivy Davisa, menjelaskan bahwa kegiatan donor darah telah menjadi agenda rutin yang diselenggarakan setiap tiga bulan sekali di lingkungan kampus.
Menurutnya, aksi donor darah bukan hanya tentang memberikan darah, tetapi juga membangun kepedulian sosial di kalangan warga kampus dan masyarakat sekitar.
“Melalui aksi donor darah, kami membantu memenuhi serta menjaga ketersediaan stok darah di PMI Kudus, sekaligus memfasilitasi masyarakat yang ingin berkontribusi nyata dalam menyelamatkan nyawa sesama,” ujarnya di sela kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, PMI Kabupaten Kudus menerjunkan sekitar delapan petugas untuk melayani proses donor darah, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pengambilan darah.
Sebelum diperbolehkan mendonor, setiap peserta harus melalui tahapan skrining kesehatan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pendonor memenuhi syarat, seperti usia 17 hingga 60 tahun, berat badan minimal 45 kilogram, kondisi tubuh sehat, tidak sedang mengonsumsi obat tertentu, serta memiliki waktu istirahat yang cukup.
Khaira mengungkapkan, pihaknya menargetkan sedikitnya 50 pendonor berpartisipasi dalam kegiatan kali ini. Untuk meningkatkan minat donor darah, KSR UMKU juga aktif melakukan berbagai edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat.
Salah satunya melalui seminar kesehatan yang digelar beberapa hari sebelumnya dan diikuti sekitar 100 peserta. Selain itu, kampanye donor darah juga dilakukan melalui media sosial, video edukasi, serta penyebaran berbagai materi informasi di lingkungan kampus.
“Melalui seminar, harapan kami tingkat partisipasi donor darah bisa meningkat. Sebab melalui satu aksi kemanusiaan tersebut, banyak nyawa bisa terselamatkan,” katanya.
Selain membantu penerima darah, donor darah juga memberikan manfaat bagi pendonornya. Mulai dari membantu merangsang pembentukan sel darah merah baru, menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, hingga menjadi sarana memantau kondisi kesehatan karena setiap pendonor harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu.
Namun bagi Khaira, manfaat terbesar dari donor darah adalah tumbuhnya rasa kepedulian terhadap sesama.
“Melalui satu kantong darah yang didonorkan, seseorang bisa memberikan harapan hidup bagi orang lain yang sedang membutuhkan,” tandasnya. (*)








