KUDUS, Kaifanews – Letaknya di desa tak menghalangi Madrasah Ibtidaiyah NU Miftahul Falah Undaan Tengah, Kudus, untuk menyelenggarakan Ujian Madrasah berbasis komputer secara mandiri. Madrasah ini memiliki laboratorium komputer lengkap yang sudah digunakan bertahun-tahun untuk mendukung ujian akhir dari Kementerian Agama.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala MI NU Miftahul Falah, Ahmad Yunus, mengatakan terkait persiapan teknis ujian madrasah sudah di mulai sejak 2 Januari 2026.

“Ujian madrasah tahun ini kami gelar mulai 6 sampai 13 Mei 2026. Tapi persiapan teknisnya sudah kami mulai sejak 2 Januari 2026,” ujar Kepala MI NU Miftahul Falah, Ahmad Yunus, Rabu 6 Mei 2026 kepada Kaifanews.

Ia menambahkan, persiapan panjang itu penting untuk memastikan semua berjalan lancar.

“Persiapan dari Januari itu untuk cek semua perangkat, jaringan, sampai server lokal. Alhamdulillah kami punya lab komputer yang memadai meskipun madrasah kami bukan di pusat kota. Bagi kami, bisa mandiri menggunakan lab komputer sendiri ini adalah sebuah kemajuan, karena ada madrasah lain yang siswanya masih menggunakan perangkat HP,” jelasnya.

Bukan di Pusat Kota, MI NU Miftahul Falah Undaan Punya Lab Komputer Standar Kemenag
Gedung MI NU Miftahul Falah Undaan Tengah. Dok. Kaifanews

Ujian dilaksanakan secara online dan terkoneksi langsung ke sistem Kementerian Agama. Meski pengawas berasal dari internal madrasah, ia menegaskan sistem ujian sudah anti-curangi.

“Soal itu acak tiap anak, waktu ngerjain juga terkunci sistem. Aktivitas peserta langsung terpantau server pusat Kemenag. Jadi meskipun pengawasnya guru kami sendiri, tidak ada peluang untuk mengakali,” tegasnya.

Karena jumlah peserta mencapai 51 siswa, ujian dibagi menjadi 4 sesi setiap hari.

“Lab kami kapasitasnya terbatas. Daripada anak-anak desak-desakan, lebih baik kami bagi 4 sesi. Yang penting mereka nyaman dan bisa fokus ngerjain soal,” ungkapnya.

Menurutnya, ujian madrasah punya peran penting bagi siswa.

“Ini tolok ukur capaian belajar anak selama 6 tahun. Juga jadi syarat wajib kalau mau lanjut ke MTs atau SMP,” jelasnya.

Lebih dari itu, ia menambahkan ujian juga membentuk karakter bagi siswa.

“Lewat ujian ini anak dilatih disiplin, tanggung jawab, jujur. Yang diujikan juga lengkap, ada ilmu umum dan ilmu agama. Ini yang jadi ruhnya madrasah,” tuturnya.

Keberadaan lab komputer lengkap ini sekaligus jadi bukti madrasah desa tidak kalah soal teknologi.

“Banyak yang mengira madrasah di desa itu tertinggal. Kami buktikan, kami juga bisa profesional dan mandiri menyelenggarakan ujian berbasis digital sesuai standar Kemenag,” tutupnya. (*)