KUDUS, Kaifanews — Program pelatihan tenaga kerja yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) senilai sekitar Rp2 miliar di Kabupaten Kudus mulai berjalan masif. Sebanyak 36 paket pelatihan disiapkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan menyesuaikan kebutuhan pasar kerja.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kudus, Catur, menjelaskan bahwa pelaksanaan program dibagi menjadi dua metode.

“Dari 36 paket itu ada dua metode yang kita jalankan. Sebanyak 11 paket menggunakan metode institusional yang dilaksanakan oleh BLK Disnaker Perinkop UKM Kudus, sedangkan 25 paket lainnya dilaksanakan oleh HILSI,” ujarnya saat diwawancarai.

HILSI sendiri merupakan organisasi Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) di Kabupaten Kudus yang ikut dilibatkan dalam pelaksanaan program tersebut.

Sementara itu, Kepala BLK Kudus, Evi, mengatakan jenis pelatihan yang diberikan disusun berdasarkan kebutuhan dunia kerja dan minat masyarakat.

“Jenis pelatihan kita tentukan berdasarkan kebutuhan pasar kerja, kebutuhan perusahaan, juga kebutuhan kelompok UMKM,” jelasnya.

Menurutnya, sebelum program dirancang, pihaknya terlebih dahulu melakukan polling melalui media sosial untuk mengetahui pelatihan apa yang paling dibutuhkan masyarakat.

“Jadi sebelum perencanaan dilakukan, kami mengadakan polling lewat media sosial. Dari situ muncul beberapa jenis pelatihan yang kemudian kita selenggarakan,” tambah Evi.

Tercatat ada sekitar 19 jenis pelatihan yang dibuka, mulai dari tata boga, menjahit, otomotif motor dan mobil, pengelasan, desain grafis, konten kreator, fotografi, hingga pelatihan lainnya yang dinilai relevan dengan kebutuhan saat ini.

Meski proses pencairan anggaran belum sepenuhnya dilakukan, pelaksanaan pelatihan di lapangan disebut sudah hampir seluruhnya berjalan.

“Sampai saat ini kurang lebih sudah 95 persen jalan. Sudah dimulai,” kata Evi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengajuan pembayaran anggaran belum bisa dilakukan secara penuh karena sebagian pelatihan masih berlangsung.

“Untuk pengajuan pembayaran memang belum bisa diselesaikan karena proses pelatihannya belum 100 persen selesai,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi seputar pelatihan dan kegiatan BLK Kudus, Disnaker juga membuka akses informasi melalui media sosial resmi mereka di akun Instagram dan TikTok @blk_kudus. (*)