KUDUS, Kaifanews — Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus menyoroti pentingnya pendampingan khusus bagi anak disabilitas yang memasuki masa pubertas, terutama di tengah kemudahan akses informasi digital.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pengelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lulus Wijanarko, mengatakan bahwa anak disabilitas tetap memiliki naluri yang sama seperti anak pada umumnya, termasuk rasa ingin tahu terkait seksual.

“Walaupun mereka memiliki keterbatasan, naluri itu tetap ada. Ini yang harus mendapat perhatian khusus,” ujarnya pada Kamis 7 Mei 2026.

Ia menegaskan, peran guru menjadi sangat penting karena interaksi harian lebih banyak terjadi di lingkungan sekolah.

“Guru yang setiap hari mendampingi harus memberikan pendekatan khusus, karena mereka yang paling sering berinteraksi dengan siswa,” katanya.

Selain itu, akses terhadap konten digital seperti pornografi juga menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak, termasuk yang berkebutuhan khusus.

Dinsos Kudus Ingatkan Pendampingan Anak Disabilitas Hadapi Pubertas dan Paparan Digital
Kegiatan belajar siswa disabilitas di luar kelas penuh antusias. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

“Sekarang akses itu sangat mudah melalui handphone. Ini yang perlu kita antisipasi bersama,” jelasnya.

Meski dalam sosialisasi sebelumnya fokus pada pencegahan bullying, pihaknya mengaku mulai menyinggung isu tersebut sebagai bagian dari edukasi awal.

“Kemarin memang fokusnya bullying, tapi kita juga singgung sedikit. Ke depan, kami harapkan ada sosialisasi khusus terkait edukasi seksual,” paparnya.

Ia menambahkan, Dinsos siap memberikan edukasi ke sekolah-sekolah sesuai permintaan sebagai upaya pencegahan sejak dini.

“Kami siap hadir jika diminta sekolah, karena ini memang perlu dilakukan terus menerus,” tandasnya. (*)