KUDUS, Kaifanews — Ribuan warga memadati Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus dalam rangkaian tradisi Sedekah Bumi atau Apitan yang digelar selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu 14–16 Mei 2026.
Puncak acara berlangsung Sabtu sore dengan kirab sembilan gunungan hasil bumi yang diarak dari Balai Desa Gamong menuju lapangan desa. Selain warga, kegiatan tersebut juga diramaikan pelaku UMKM yang membuka lapak di sekitar lokasi acara.
Kepala Desa Gamong, Noryanto mengatakan kirab gunungan menjadi salah satu rangkaian penting dalam tradisi sedekah bumi sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah.
“Kirab kali ini merupakan bagian dari runtutan acara sedekah bumi sebagai ungkapan syukur masyarakat Gamong karena hasil bumi yang didapat cukup melimpah,” ujarnya.

Ia menjelaskan terdapat sembilan gunungan yang ikut diarak dalam kirab tahun ini. Gunungan tersebut berasal dari partisipasi warga yang diwakili masing-masing tempat ibadah dan lembaga pendidikan di desa setempat.
“Diwakili dari masing-masing tempat ibadah. Ada yang terdiri dua RT, tiga RT, kemudian ada juga dari lembaga pendidikan, sehingga total ada sembilan gunungan,” jelasnya.
Berbagai hasil bumi seperti sayur-sayuran, buah-buahan, hingga aneka palawija menghiasi gunungan yang diarak keliling desa sebelum diperebutkan warga.
Menurut Noryanto, tradisi tersebut bukan sekadar acara budaya tahunan, namun juga menjadi sarana doa bersama dan ikhtiar spiritual masyarakat.
“Makna kirab ini bentuk syukur masyarakat sekaligus ikhtiar spiritual. Karena beberapa tahun terakhir petani di Gamong sempat terkena musibah hama. Jadi sedekah bumi ini juga menjadi doa tolak bala,” katanya.
Ia menambahkan, untuk kirab gunungan sendiri tahun ini menjadi pelaksanaan keempat, sedangkan tradisi sedekah bumi telah berlangsung selama 12 tahun.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada sedekah bumi kali ini tidak ada pentas kesenian malam hari. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian efisiensi anggaran yang telah disepakati bersama para kepala desa di Kecamatan Kaliwungu.
“Kalau tahun lalu ada rangkaian kesenian, untuk tahun ini ditiadakan dulu karena ada efisiensi anggaran,” paparnya.

Rangkaian kegiatan sedekah bumi dimulai sejak Kamis dengan pembacaan Al-Qur’an dan khotmil Qur’an oleh Muslimat, Fatayat, serta PKK, dilanjutkan ziarah makam leluhur desa dan ziarah ke Menara Kudus.
Kemudian pada Jumat dilaksanakan penyembelihan hewan kerbau, sementara Sabtu pagi digelar slametan dan doa bersama serta pembagian nasi berkat untuk seluruh warga desa.
Noryanto berharap tradisi sedekah bumi di Desa Gamong dapat terus dilestarikan dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan, ditingkatkan, dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kudus,” tandasnya. (*)
Caption: Ribuan warga memadati kirab Sedekah Bumi Desa Gamong yang menjadi tradisi tahunan masyarakat setempat. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews








