KUDUS, Kaifanews — Keheningan sebuah rumah kos di Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, mendadak berubah mencekam pada Selasa 14 April 2026 sore.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Seorang penghuni ditemukan meninggal dunia di dalam kamar dalam kondisi yang telah membusuk, diduga sudah tidak bernyawa selama berminggu-minggu.

 

Korban diketahui bernama Indera Putra (45), seorang wiraswasta asal Cilincing, Jakarta Utara, yang tinggal seorang diri selama merantau di Kudus.

 

Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 16.30 WIB. Seorang penghuni baru kos, Tri Hartini (58), mengaku mencium bau menyengat dari arah lantai dua. Bau tak biasa itu membuatnya curiga.

 

“Saya kira bau bangkai hewan, tapi kok makin lama makin menyengat,” ujarnya.

 

Karena khawatir, ia kemudian meminta seorang penghuni lain, Fahrizal (19), untuk memeriksa sumber bau tersebut. Kecurigaan itu akhirnya terjawab saat kamar korban dibuka.

 

Di dalam kamar, korban ditemukan sudah dalam kondisi terbujur kaku. Kondisi tubuhnya yang telah mengalami pembusukan lanjut bahkan mulai mengarah ke kerangka, menandakan korban telah meninggal cukup lama tanpa diketahui.

 

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pemilik kos, Agus Budiono, yang kemudian meneruskan informasi itu ke pihak kepolisian.

 

Petugas dari Polsek Kudus Kota bersama tim Inafis Polres Kudus dan tenaga medis dari Puskesmas Rendeng segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

 

Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan menyampaikan, hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

“Tidak ada indikasi penganiayaan maupun keterlibatan pihak lain,” jelasnya.

 

Di dalam kamar, petugas juga menemukan obat hipertensi jenis propanolol milik korban. Berdasarkan temuan tersebut, tim medis menduga korban meninggal akibat gangguan jantung.

 

“Dugaan sementara karena serangan jantung atau gagal fungsi jantung,” ungkapnya.

 

Dari kondisi jasad, korban diperkirakan telah meninggal dalam kurun waktu sekitar tiga minggu hingga lebih dari satu bulan.

 

Kondisi ini membuat kematian korban baru terungkap setelah aroma menyengat mulai tercium oleh penghuni lain. Apalagi korban diketahui tinggal seorang diri tanpa keluarga di Kudus.

 

Usai proses olah TKP, jenazah korban kemudian dievakuasi oleh tim BPBD menuju RSUD dr. Loekmono Hadi untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

 

Kapolsek memastikan situasi di lokasi telah kembali kondusif dan pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi.

 

“Kami sudah melakukan pemeriksaan saksi dan memastikan kondisi aman,” tandasnya. (*)