KUDUS, Kaifanews – Di tengah hiruk-pikuk kawasan wisata religi Menara Kudus, berdiri sebuah kedai sederhana yang tak hanya menjual rasa, tetapi juga cerita perjuangan. Kedai Mogi, milik Cusni Mubarok, menjadi saksi bagaimana usaha kecil yang dirintis dari nol mampu bertahan hingga kini, bahkan terus berinovasi.
Berlokasi dari perempatan Menara Kudus ke arah selatan, kedai ini awalnya hanya tempat kecil yang lahir tanpa perencanaan besar. Namun, jiwa dagang yang sudah tertanam sejak kecil menjadi bahan bakar utama perjalanan usahanya.
Cusni mengaku, langkahnya membuka usaha bukan sesuatu yang dirancang matang, melainkan mengalir begitu saja.
“Awalnya ya nggak sengaja. Mungkin karena dari kecil sudah tertanam jiwa berdagang. Apalagi di Kudus, khususnya Kudus Kulon, jiwa dagang itu kuat. Ada filosofi dari Sunan Kudus tentang gus jigang—bagus akhlaknya, pintar mengaji, dan pandai berdagang. Mungkin dari situ saya tergerak,” tuturnya.
Dari keyakinan sederhana itu, Kedai Mogi mulai tumbuh. Menu andalannya, es teller creamy, menjadi daya tarik utama. Dengan kuah khas yang berbeda dari kebanyakan, minuman ini menawarkan sensasi segar dengan isian melimpah yang memanjakan lidah.
Tak hanya itu, ada pula es oyen—minuman yang kini mulai jarang ditemui—dengan perpaduan buah, santan, dan sirup manis yang menghadirkan rasa klasik penuh nostalgia. Beragam menu lain seperti dimsum, aneka es, hingga kopi juga melengkapi pilihan pelanggan.
Nama “Mogi” sendiri menyimpan harapan besar. Cusni menjelaskan, kata tersebut berasal dari “mo” yang berarti semoga dan “gi” dari bahasa Jawa gedi yang berarti besar.
“Artinya ya semoga jadi besar. Itu doa dari awal usaha ini berdiri,” katanya.

Lebih dari sekadar tempat jualan, Kedai Mogi juga menjadi ruang silaturahmi. Banyak teman dan kenalan yang singgah, terutama para peziarah dari luar daerah. Beberapa di antaranya bahkan dikenal publik seperti Gus Azmi dan Mas Danu yang pernah mampir.
Seiring waktu, Cusni tak berhenti berinovasi. Melihat kebutuhan pelanggan yang ingin camilan gurih sebagai pelengkap minuman segar, ia pun menghadirkan usaha baru tepat di sebelah kedai: Rocket Banana Crispy.
Menu ini menawarkan pisang goreng renyah dengan berbagai topping kekinian, menjadi pasangan sempurna untuk menemani minuman di Kedai Mogi.
“Kenapa banana crispy? Karena di Kedai Mogi kebanyakan minuman segar. Jadi kami ingin ada camilan gurih untuk teman nongkrong,” jelasnya.
Perjalanan Kedai Mogi adalah potret nyata bahwa usaha yang dimulai dari kecil, dengan niat, ketekunan, dan keberanian untuk terus berinovasi, mampu bertahan di tengah persaingan.
Di sudut sederhana dekat Menara Kudus itu, harapan yang dulu hanya “semoga” perlahan berubah menjadi kenyataan—tumbuh, berkembang, dan terus memberi rasa, bukan hanya di lidah, tapi juga di hati. (*)








