KUDUS, Kaifanews — Salah satu talenta muda asal SMP Negeri 3 Kudus, Della Citra Ayu Anggraeni akan berangkat ke Prancis bersama Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Putri Indonesia U-17.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di usia yang masih 14 tahun, Della mulai menapaki panggung internasional setelah melalui perjalanan panjang penuh kerja keras.

Della mengungkapkan, kecintaannya pada sepak bola sudah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya saat kelas 5 SD. Dari sekadar hobi, ia perlahan menekuni olahraga ini dengan lebih serius.

“Mulai menekuni sejak kelas 5 SD saat Milklife Soccer Challenge dan Hydroplus Soccer Leage digelar,” ujarnya saat diwawancara pada Sabtu 25 April 2026.

Ketertarikannya pada sepak bola putri berawal dari keseruan yang ia rasakan saat bermain. Baginya, sepak bola bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga pengalaman sosial yang menyenangkan.

“Seru, bisa ketemu banyak orang dan bisa ke mana-mana,” katanya.

Perjalanan Della menuju Timnas tidak datang secara tiba-tiba. Ia terus berlatih dan menunjukkan perkembangan hingga akhirnya mendapat perhatian dari pelatih.

“Latihan terus dan berusaha maksimal,” ujarnya.

Sejumlah prestasi juga telah ia raih di level daerah maupun ajang usia muda. Della pernah meraih gelar dalam turnamen All Star Milklife Soccer Challenge serta ajang Gala Siswa Indonesia (GSI), yang menjadi salah satu batu loncatan penting dalam kariernya.

“Sempat juara di All Star dan GSI,” ungkapnya.

Dari berbagai pengalaman itu, Della semakin matang baik dari segi teknik maupun mental bertanding. Ia pun mengaku memiliki sosok inspirasi yang mendorongnya terus berkembang.

“Yang menginspirasi itu pak Cucun pelatih di SMP dan coach Timo Scheunemann, orang tua, dan juga pemain seperti Zahra Muzdalifah,” katanya.

Pengumuman terpilihnya Della saat mengetahui bahwa dirinya dipanggil menjadi skuad Timnas U-17 dan berkesempatan berangkat ke Prancis menjadi momen yang paling membekas dalam perjalanannya karirnya saat ini.

“Senang, nggak nyangka bisa dipanggil sampai ke Prancis,” ujarnya.

Meski sempat merasa gugup, kebahagiaan lebih mendominasi perasaannya. Ia menyadari kesempatan tersebut menjadi langkah besar dalam karier sepak bolanya.

Untuk menghadapi training camp di Prancis, Della terus mempersiapkan diri secara maksimal. Ia meningkatkan intensitas latihan serta menjaga kondisi fisik dan mental.

“Latihan lebih giat lagi dan terus berdoa,” katanya.

Dukungan dari orang tua dan pelatih juga menjadi faktor penting dalam perjalanan Della. Ia merasa selalu mendapat dorongan untuk terus berkembang.

“Orang tua dan pelatih selalu mendukung, mereka selalu menekankan agar mentalku jadi lebih kuat lagi,” ujarnya.

Di luar sepak bola, Della juga aktif di olahraga lain, yakni atletik. Ia pernah mengikuti nomor estafet yang turut membantu meningkatkan kebugaran tubuhnya.

“Sebelumnya pernah ikut lari estafet, tapi setelah berkenalan dengan bola jadi jatuh cinta dengan olahraga ini,” katanya.

Meski memiliki jadwal latihan padat, Della tetap berusaha menyeimbangkan antara pendidikan dan olahraga. Ia juga memiliki minat pada beberapa mata pelajaran di sekolah.

Dari sisi sekolah, dukungan terhadap bakatnya juga dirasakan cukup besar. Lingkungan sekolah dinilai memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang di bidang non-akademik.

Dalam menjalani setiap proses, Della memegang prinsip sederhana: terus berusaha dan tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Ia pun berharap perjalanan ini menjadi awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi di dunia sepak bola.

“Semoga bisa terus berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi,” ujarnya.

Dengan bekal pengalaman, prestasi, serta semangat yang terus dijaga, Della kini bersiap menorehkan cerita baru di Prancis bersama Timnas Putri U-17.

“Mohon doa dan dukungannya,” tandasnya. (*)