KUDUS – Museum Jenang Kudus kini berdiri megah sebagai penjaga ingatan bagi penganan paling ikonik di Kota Kretek. Di dalam ruang-ruang pamerannya, pengunjung diajak menyelami perjalanan panjang sebutir jenang yang telah melintasi berbagai zaman dan generasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jenang bukan sekadar kudapan manis, melainkan simbol persatuan dan kerja keras masyarakat Kudus sejak masa Sunan Kudus. Museum ini merangkum evolusi jenang dari sajian ritual hingga menjadi industri kreatif yang sangat besar dan modern sekarang.

Salah satu daya tarik utama di museum ini adalah dokumentasi mengenai sosok Mbah Puguh yang sangat melegenda. Beliau dikenal sebagai tokoh pelopor yang memajukan standar kualitas jenang sehingga mampu diterima oleh pasar nasional yang luas.

Menelusuri Jejak Mbah Puguh: Sosok di Balik Legitnya Sejarah Jenang Kudus yang Mendunia
Jenang Kudus. Dok Kaifanews

Melalui foto-foto lawas, pengunjung dapat melihat betapa gigihnya Mbah Puguh dalam mempertahankan resep asli warisan leluhur mereka. Semangat beliau kini diteruskan oleh para pengusaha muda yang tetap menjaga integritas rasa di tengah gempuran produk modern.

Proses pembuatan tradisional jenang menjadi bagian cerita yang paling mengesankan bagi setiap wisatawan yang datang berkunjung ke museum. Adonan tepung beras ketan, santan, dan gula kelapa harus terus diaduk di dalam kawah besar selama berjam-jam.

Dibutuhkan tenaga yang sangat kuat dan kesabaran ekstra untuk menghasilkan tekstur jenang yang kenyal serta tampak sangat mengkilap. Teknik pengadukan ini mencerminkan filosofi gotong royong yang menjadi napas kehidupan masyarakat Kudus sejak zaman dahulu kala.

Menelusuri Jejak Mbah Puguh: Sosok di Balik Legitnya Sejarah Jenang Kudus yang Mendunia
Illustrasi pusat oleh-oleh khas Kabupaten Kudus. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Di kompleks museum, pengunjung juga bisa melihat replika toko jenang tertua yang pernah berdiri di pusat kota Kudus. Toko tersebut menjadi saksi bisu bagaimana jenang mulai dikemas secara profesional untuk dijadikan oleh-oleh khas yang sangat bergengsi.

Fasilitas edukasi di dalam museum kini sudah dilengkapi dengan teknologi audio visual untuk memanjakan para pengunjung dari kalangan milenial. Hal ini bertujuan agar sejarah lokal tetap terasa menyenangkan dan tidak membosankan bagi generasi muda yang haus informasi.

Menjelajahi sejarah jenang adalah cara terbaik untuk memahami jati diri dan karakter masyarakat Kudus yang sangat religius dan ulet. Warisan ini akan terus abadi selama kawah-kawah adonan jenang masih terus mengepulkan aroma manis di seluruh penjuru kota. (*)