SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai upaya menghadirkan data ekonomi yang akurat dan komprehensif. Dalam pelaksanaan sensus kali ini, BPS menargetkan pendataan terhadap sekitar 4,9 juta pelaku usaha yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Ali Said, menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan ekonomi yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Hasil sensus akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Menurutnya, seluruh pelaku usaha dari berbagai skala, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga perusahaan besar akan menjadi sasaran pendataan. Selain jumlah usaha, BPS juga akan mengumpulkan informasi terkait karakteristik usaha, penggunaan teknologi digital, hingga kondisi usaha secara umum.
“Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan ekonomi, penyusunan kebijakan, serta pemetaan potensi usaha di Jawa Tengah,” ujar Ali Said.
BPS Jawa Tengah terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan sensus. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari koordinasi dengan pemerintah daerah, asosiasi usaha, lembaga keuangan, hingga organisasi pelaku usaha untuk memastikan seluruh unit usaha dapat terdata dengan baik.
Pelaksanaan SE2026 juga menjadi momentum penting untuk memetakan perkembangan dunia usaha pascapandemi serta melihat tingkat pemanfaatan teknologi digital di kalangan pelaku usaha. Informasi tersebut diharapkan mampu membantu pemerintah dalam merancang program pemberdayaan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai secara serentak di seluruh Indonesia. BPS mengajak seluruh pelaku usaha untuk menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar serta lengkap guna mendukung tersedianya data ekonomi yang berkualitas.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, BPS optimistis Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Jawa Tengah. Data tersebut nantinya akan menjadi pijakan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing usaha, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. (*)








