KUDUS, Kaifanews – Dalam rangka menyambut Milad Ke-109 ‘Aisyiyah, Majelis Hukum dan HAM (MHH) bersama Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kudus mengadakan Festival MPASI Ceria ‘Aisyiyah.
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui Lomba Kreasi MPASI dan Plating Kreatif yang berlangsung di MI Muhammadiyah 2 Kudus pada Minggu 17 Mei 2026.
Ibu-ibu dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Kudus tampak antusias menampilkan sajian MPASI yang sehat, menarik, dan memiliki nilai ekonomi. Suasana acara terasa hangat, penuh warna, serta dipenuhi semangat kreativitas.
Festival ini menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian karena memadukan edukasi gizi, kreativitas para ibu, nuansa kekeluargaan, hingga peluang usaha berbasis pangan lokal. Deretan meja peserta yang tertata rapi layaknya mini festival kuliner semakin menambah semarak acara.
Peserta dari berbagai PCA di Kabupaten Kudus tampil percaya diri membawa olahan MPASI berbahan lokal dengan ketentuan utama menggunakan ikan gabus dan sumber karbohidrat nonberas. Tidak hanya menyajikan makanan sehat, para peserta juga menghadirkan plating menarik dan kemasan kreatif yang berpotensi dipasarkan sebagai produk usaha rumahan.
MPASI Sehat untuk Generasi Berkualitas
Ketua panitia, Lilis dari MEK menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba memasak biasa. Menurutnya, lomba Kreasi MPASI dan Plating Kreatif menjadi sarana edukasi bagi para ibu agar mampu menyajikan MPASI sehat dan bergizi untuk anak.
“Harapannya, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi hebat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kreativitas PCA se-Kabupaten Kudus,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua PDA Kabupaten Kudus beserta jajaran yang memberikan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan perempuan dan kesehatan anak.
Festival semakin berbobot dengan kehadiran dewan juri yang berkompeten di bidang kesehatan, pangan, dan kreativitas, yakni Titik dari TP PKK Kabupaten Kudus, Eny Widhi dari Majelis Kesehatan PDA Kudus, serta Rodiyati dari Iswara.
Saat proses penilaian berlangsung, para juri tampak antusias mengunjungi setiap meja peserta sambil mencicipi hasil olahan dan berdialog langsung dengan peserta. Titik dari TP PKK Kabupaten Kudus menyampaikan bahwa seluruh karya peserta sangat baik sehingga membuat dewan juri cukup kesulitan menentukan pemenang.
Ia juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pemberian MPASI sesuai usia anak. Untuk anak usia delapan bulan ke atas, MPASI tidak dianjurkan terus berbentuk bubur encer karena anak perlu belajar mengunyah guna merangsang pertumbuhan gigi dan kemampuan makan.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa MPASI tidak perlu ditambahkan gula maupun garam agar anak terbiasa mengenal rasa alami dari bahan makanan. Penggunaan bahan lokal seperti ikan gabus juga dinilai sangat baik karena kaya nutrisi dan mudah diperoleh masyarakat. Bahkan, penggunaan santan alami disebut lebih dianjurkan dibanding susu formula pada beberapa jenis olahan tertentu.
Presentasi Kreatif Peserta
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah presentasi produk dari masing-masing peserta. Setiap kelompok diberikan waktu satu menit untuk memperkenalkan hasil olahan MPASI mereka, mulai dari nama produk, kandungan gizi, hingga nilai jualnya. Meski singkat, para peserta tampil percaya diri dan kreatif.
Acara berlangsung lancar, meriah, dan penuh kebersamaan. Gelak tawa peserta, semangat panitia, serta antusiasme para juri menjadikan festival ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga wadah belajar, berbagi inspirasi, dan mempererat silaturahmi antar PCA.
Adapun hasil penjurian Festival MPASI Ceria ‘Aisyiyah’ adalah sebagai berikut:
- Juara 1: PCA Gebog 2
- Juara 2: PCA Jati
- Juara 3: PCA Gebog 1
Festival MPASI Ceria ‘Aisyiyah’ menjadi bukti bahwa ibu-ibu ‘Aisyiyah tidak hanya aktif dalam dakwah dan organisasi, tetapi juga mampu berkreasi menghadirkan pangan sehat, mendidik generasi, sekaligus membuka peluang ekonomi keluarga. (*)








