KUDUS, Kaifanews — Pimpinan Pusat Muhammadiyah angkat bicara terkait keterlibatan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi perhatian publik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Mohammad Adam menegaskan, Muhammadiyah pada prinsipnya tidak menolak program pemerintah tersebut. Menurutnya, setiap perguruan tinggi hanya memiliki strategi dan fokus pengabdian yang berbeda-beda.

Ia mencontohkan sikap Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang sebelumnya menyatakan memilih lebih fokus pada penguatan bidang akademik. Sikap itu, kata dia, bukan berarti menolak program MBG yang digagas pemerintah.

“Itu program pemerintah, jadi tidak ada penolakan. UMY hanya mengambil positioning untuk lebih fokus di ranah akademik,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan Wisuda ke-31 Universitas Muhammadiyah Kudus, Kamis 21 Mei 2026.

Menurut Adam, perbedaan sikap di masing-masing kampus Muhammadiyah merupakan bentuk pembagian peran dan penyesuaian kapasitas institusi.

“Bukan berarti menolak program pemerintah. UMKU sendiri sepertinya juga punya SPPG. Jadi ada beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah yang menjalankan program itu,” katanya.

Ia menjelaskan, jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) memiliki karakter serta keunggulan masing-masing. Karena itu, ada kampus yang memilih fokus pada penguatan akademik, penelitian, maupun pengabdian masyarakat tertentu.

“Kita juga punya program-program seperti itu. Jadi ini hanya soal perbedaan positioning (penempatan) saja. Mereka punya fokus lain, tapi intinya berbagi peran dan berbagi kefokusan,” jelasnya.

Adam menambahkan, Muhammadiyah tetap mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas masyarakat, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan.

Namun implementasinya disesuaikan dengan kesiapan dan arah pengembangan masing-masing perguruan tinggi.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa ada penolakan dari kampus Muhammadiyah terhadap program MBG maupun SPPG yang saat ini tengah berjalan di sejumlah daerah. (*)