GROBOGAN – Setelah sempat dihentikan sementara, layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuwaron, Kecamatan Gubug, kini kembali berjalan. Pengaktifan ulang dilakukan setelah pengelola menuntaskan pembenahan sarana dapur sesuai rekomendasi Badan Gizi Nasional (BGN), menyusul insiden dugaan gangguan kesehatan pada siswa penerima Makan Bergizi Gratis (MBG).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hasil peninjauan tim Satuan Tugas MBG sebelumnya menemukan sejumlah aspek krusial yang perlu dibenahi. Di antaranya keberadaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang berada terlalu dekat dengan area pengolahan makanan dan dinilai berpotensi mengganggu sanitasi. Selain itu, fasilitas pencucian peralatan juga dianggap belum memadai karena berisiko memicu kontaminasi silang.

Ketua Satgas MBG Grobogan, Sugeng Prasetyo, menyatakan seluruh temuan tersebut telah ditindaklanjuti oleh pengelola SPPG. Setelah dilakukan verifikasi ulang, dapur dinilai telah memenuhi syarat untuk kembali beroperasi.

“Semua rekomendasi sudah dilaksanakan. Sekarang SPPG Kuwaron sudah diizinkan beroperasi lagi dan distribusi MBG kembali normal,” kata Sugeng yang juga menjabat Wakil Bupati Grobogan.

Meski demikian, ia menegaskan pengawasan tidak akan dihentikan. Tim satgas tetap melakukan pemantauan rutin guna memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan tetap terjaga selama operasional berlangsung.

“Perbaikan sudah dilakukan, termasuk penutupan IPAL dan pembenahan area cuci. Tapi pengawasan tetap jalan agar tidak terulang masalah serupa,” tegasnya.

Selain SPPG Kuwaron, Sugeng juga menyinggung keberadaan SPPG mandiri yang dikelola Pondok Pesantren Miftahul Huda. Unit tersebut masih masuk dalam program khusus dengan target pembangunan cepat selama 45 hari dan saat ini sudah mulai beroperasi.

“SPPG ponpes sudah berjalan. Kalau kapasitasnya belum cukup, distribusi akan dibantu oleh SPPG sekitar supaya layanan tetap merata,” jelasnya.

Sugeng menambahkan, seluruh SPPG di Grobogan terus diarahkan untuk patuh pada Standar Operasional Prosedur (SOP) dan memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari total 135 SPPG yang telah diverifikasi di Kabupaten Grobogan, sebanyak 112 unit saat ini sudah aktif melayani penerima manfaat. (*)