KUDUS, Kaifanews – Warung Lontong Sore ‘Mak Pipik‘ di Undaan dikenal sebagai salah satu kuliner yang selalu ludes sebelum jam 8 malam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Warung berlokasi di pinggir jalan raya Kudus-Purwodadi desa Undaan Tengah gang 11 yang dikelola keluarga ini buka mulai pukul 13.30 hingga 20.00 WIB dan tak pernah sepi pembeli.

Putri Mak Pipik, Irna Lisa, menuturkan perubahan jam buka warung terjadi sejak 2022.

“Awalnya dulu tahun 2020 buka habis ashar sampai jam 8. Tapi semenjak tahun 2022 mulai jam setengah 2 karena nambah karyawan juga, jadi kita optimalkan dari mulai siang sudah buka,” ujar Irna saat ditemui di warung.

Soal rasa, Irna menyebut bumbu lontong Koser di warungnya pada dasarnya sama dengan pedagang lain.

“Kalau bumbu sama saja dengan pedagang lontong yang lain. Mungkin karena kami menggunakan kacang jowo, ada rasa kayak manis gurihnya,” katanya.

Ia mengatakan kalau setiap hari dagangannya selalu habis sebelum tutup.

“Alhamdulillah kami senang karena habis bisa buat bayar karyawan dan buat kulakan lagi,” ungkap Irna.

Ia juga mengaku tidak merasa bersalah saat warung tutup karena dagangan ludes.

“Untuk merasa bersalah tidak, tapi ya kasihan karena kadang dari jauh niatnya mau ke warung kami tapi mau gimana lagi,” tuturnya.

Warung Lontong Sore 'Mak Pipik' Undaan, Kuliner Laris yang Tak Pernah Sepi Pembeli
Penampakan warung sederhana ‘Mak Pipik’ Undaan Tengah gang 11 dari luar dengan pembeli yang berjubel. Foto: Yani Alqudsy/Kaifanews

Meski begitu, Warung Mak Pipik tetap menjaga solidaritas antar pedagang.

“Tapi kami tetap merekomendasikan warung yang lain ketika kami sudah habis karena sesama pedagang nggak apa-apa kita saling suport, biar sama-sama laris,” jelas Irna.

Saat ditanya soal rencana menambah porsi agar tidak cepat habis, Irna menegaskan sudah ada takarannya.

“Kalau untuk nambah porsi tidak ya karena sudah takarannya segitu. Kalau ditambah lagi juga kasihan karyawannya sudah berangkat dari pagi. Kalau nambah produksi nanti kemalaman pulangnya,” ujarnya.

Penambahan produksi hanya dilakukan saat ada pesanan.

“Kita nambah produksi kalau ada pesenan saja. Kalau sudah Isya saja sudah tenaganya koret-koret, lempoh. Pulang habis Isya biar besok fit lagi semangat jualan lagi,” kata Irna sambil tertawa.

Warung Lontong Sore ‘Mak Pipik’ merupakan usaha keluarga yang kini dijalankan bersama anak-anaknya. (*)