KUDUS, Kaifanews — Suara genteng berjatuhan di tengah malam membongkar peristiwa memilukan di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin 18 Mei 2026 dini hari. Sebuah rumah sederhana mendadak dilalap api dan menewaskan dua lansia yang berada di dalamnya.
Korban diketahui bernama Jono (69) dan ibunya, Niti (83). Keduanya ditemukan meninggal dunia setelah terjebak kobaran api yang membakar rumah berukuran sekitar 10 x 8 meter tersebut.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 01.00 WIB. Salah seorang tetangga korban, Asri, mengaku sempat mendengar suara gaduh menyerupai genteng jatuh sebelum akhirnya mengetahui rumah korban terbakar hebat.
“Saya kira awalnya anak-anak belakang lagi iseng. Pas buka pintu ternyata api sudah besar,” ujarnya.
Asri mengatakan dirinya sempat berusaha membangunkan warga sekitar dan mengevakuasi sepeda motor yang berada di dekat lokasi sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang.
“Saya sama warga cuma bisa nyemprotin air seadanya supaya api tidak makin besar dan berusaha menghubungi pemadam kebakaran,” katanya.

Camat Jati, Muchammad Zainuddin, menjelaskan berdasarkan informasi saksi, kondisi rumah korban sudah tertutup saat Asri pulang sekitar pukul 23.00 WIB.
Namun sekitar pukul 01.00 WIB, saksi mendengar suara benda jatuh dari arah rumah korban. Setelah dicek, api sudah membesar dan warga langsung meminta bantuan pemadam kebakaran.
“Karena kejadiannya tengah malam, awalnya tidak banyak yang mengetahui,” jelasnya.
Ia menyebut rumah tersebut dihuni dua orang, yakni Jono dan ibunya, Niti, yang dalam kondisi sakit stroke dan hanya bisa berbaring di tempat tidur.
“Korban Mbah Niti memang baru sakit stroke sehingga tidak bisa bergerak ke mana-mana,” ujarnya.
Dugaan sementara, api dipicu puntung rokok atau obat nyamuk. Dugaan itu diperkuat dengan kondisi rumah yang dipenuhi tumpukan kertas bekas hasil pekerjaan korban sehari-hari.
“Pak Jono kesehariannya memilah kertas-kertas kecil sehingga sangat mudah terbakar,” katanya.
Sekitar 15 menit setelah laporan diterima, tiga armada pemadam diterjunkan ke lokasi, terdiri dari dua unit Damkar Satpol PP Kudus dan satu unit tangki BPBD Kudus.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.05 WIB. Setelah proses pendinginan dilakukan, petugas menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah.
Tim Inafis Polres Kudus kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus mengumpulkan barang bukti di lokasi.
Jenazah kedua korban dievakuasi ke RSUD Loekmono Hadi Kudus menggunakan ambulans relawan untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kedua korban mengalami luka bakar sangat serius hingga mencapai 100 persen.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mendatangi rumah duka sebagai bentuk empati dan penghormatan terakhir kepada keluarga korban.
“Kami turut berbela sungkawa dan merasa sangat berduka atas meninggalnya Bapak Jono dan Ibu Niti,” ujarnya.
Sam’ani mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah cuaca panas ekstrem yang belakangan terjadi.
“Walaupun hujan masih turun, kondisi panas ekstrem ini juga memicu banyak kejadian kebakaran. Karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya kepedulian lingkungan terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri di rumah.
“Kita minta siskamling diaktifkan lagi bersama Polsek, Koramil, dan kecamatan supaya lingkungan lebih aman dan masyarakat bisa saling menjaga,” tandasnya. (*)








