PATI, Kaifanews – Pelayanan administrasi kepolisian, khususnya pengurusan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) di Polresta Pati, terus mengalami pembenahan. Satuan Lalu Lintas setempat kini menitikberatkan layanan yang lebih cepat, transparan, serta humanis sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kasatlantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok menyampaikan bahwa pelayanan administrasi tidak semata soal kecepatan, tetapi juga kenyamanan dan kepastian prosedur bagi masyarakat. “Kami memastikan proses administrasi bukan menjadi beban bagi pemohon, tetapi pengalaman pelayanan yang membuat masyarakat merasa dihargai dan dihormati,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, integritas petugas menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas pelayanan. Ia menekankan penerapan prinsip 5S yakni senyum, sapa, salam, sopan, dan santun agar setiap warga yang datang merasa nyaman selama proses pengurusan dokumen kendaraan.

“Seluruh anggota Satlantas harus memberikan pelayanan dengan pendekatan humanis. Hal sederhana seperti sikap ramah bisa membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian,” katanya.

Kompol Riki juga menegaskan bahwa kecepatan pelayanan tidak berarti mengabaikan ketelitian. Proses administrasi, kata dia, harus tetap efisien sekaligus jelas agar pemohon memahami setiap tahapan yang dijalani.

“Pelayanan yang cepat bukan berarti terburu-buru. Yang kami utamakan adalah efisiensi, kejelasan prosedur, serta komunikasi yang mudah dipahami masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, transparansi dalam pelayanan menjadi langkah penting untuk mencegah praktik percaloan maupun pungutan tidak resmi. Dengan sistem yang lebih terbuka, masyarakat dapat memantau alur pengurusan dokumen secara jelas.

“Transparansi ini sekaligus menutup celah praktik yang merugikan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir sebagai pelayan publik, bukan sekadar penegak hukum,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas komunikasi informasi kepada masyarakat. Penjelasan prosedur sejak awal dinilai penting agar pemohon tidak mengalami kebingungan saat proses berlangsung.

“Masyarakat harus mendapatkan informasi lengkap sejak awal. Dengan begitu, proses berjalan lancar dan pelayanan bisa dirasakan optimal,” imbuhnya.

Ke depan, Polresta Pati berharap sistem pelayanan yang telah dibenahi ini dapat menjadi contoh bagi unit lain, terutama dalam bidang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor.

“Kami ingin setiap warga yang datang pulang dengan rasa puas, merasa didengar, dan memiliki kepercayaan lebih terhadap institusi kepolisian,” pungkas Kompol Riki.