KUDUS, Kaifanews — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus terus menggenjot pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang telah dimulai sejak 1 Mei 2026. Pendataan ditargetkan rampung pada akhir Juli hingga Agustus 2026 sebagai dasar memetakan kondisi perekonomian Kabupaten Kudus secara menyeluruh.
Kepala BPS Kabupaten Kudus Eko Suharto menjelaskan, sensus kali ini tidak hanya menyasar pelaku kegiatan usaha dan non usaha sebagaimana banyak dipahami masyarakat.
“Untuk pendataan SE2026 ini seluruh usaha pertanian maupun nonpertanian, toko kelontong, bisnis daring, perusahaan besar hingga UMKM tetap didata untuk memetakan kondisi ekonomi di Kudus,” ujarnya saat dihubungi pada Sabtu 4 Juli 2026.
Menurut Eko, hasil sensus nantinya akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pemerintah, sekaligus memberikan gambaran mengenai perkembangan aktivitas ekonomi di Kabupaten Kudus.
Meski demikian, pelaksanaan pendataan di lapangan tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah masih adanya masyarakat yang belum bersedia menerima petugas sensus ataupun memberikan informasi mengenai usahanya.
“Belum seluruh warga masyarakat menerima petugas SE2026. Masih ada yang belum bersedia didata dengan berbagai alasan. Ini masih terus dilakukan pendekatan persuasif agar warga masyarakat dapat memberikan data kepada petugas SE2026,” jelasnya.
Karakteristik wilayah Kabupaten Kudus juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak perempuan bekerja di industri hasil tembakau sehingga rumah dalam kondisi kosong pada siang hari. Kondisi tersebut membuat petugas harus menyesuaikan waktu pendataan.
“Kudus cukup unik karena banyak perempuan bekerja di industri hasil tembakau, sehingga rumahnya kosong ditinggal bekerja. Petugas SE2026 baru bisa melakukan pendataan pada sore hingga malam hari,” katanya.
Selain kendala di lapangan, BPS juga menghadapi persoalan teknis berupa gangguan pada sistem pengiriman data ke server pusat. Akibatnya, proses pengiriman hasil pendataan belum sepenuhnya berjalan lancar.
“Masih terdapat gangguan pada proses pengiriman hasil pendataan sehingga proses submit data ke server di pusat terkendala,” paparnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, progres pendataan terus menunjukkan perkembangan. Hingga Jumat pagi, 4 Juli 2026, capaian Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kudus telah mencapai 20,74 persen dari target keseluruhan.
Eko berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan sensus dengan menerima kedatangan petugas resmi BPS serta memberikan informasi yang benar sesuai kondisi usaha yang dimiliki.
“Dukungan masyarakat sangat penting agar data yang dihasilkan benar-benar lengkap dan akurat. Dengan begitu, hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran,” tandasnya. (*)








