Kaifanews — Ketegangan dini hari sempat menyelimuti wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, setelah puluhan pemuda dari dua dukuh hampir terlibat tawuran, Rabu (25/2/2026) dini hari. Beruntung, aksi tersebut berhasil dicegah sebelum bentrokan fisik terjadi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peristiwa bermula di jalan alternatif Sukolilo–Kudus, tepatnya di wilayah Dukuh Penggingwangi, Desa Kasiyan. Saat itu, rombongan pemuda dari Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero, melintas sepulang dari wilayah Kayen.

Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, menjelaskan situasi memanas dipicu persoalan sepele yang kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman antar kelompok pemuda.

“Awalnya hanya karena suara knalpot motor yang digeber saat melintas. Hal itu memicu ketersinggungan warga setempat hingga terjadi saling tantang,” ujarnya.

Informasi yang cepat menyebar membuat kedua kelompok pemuda berkumpul di lokasi. Ketegangan pun meningkat dan dikhawatirkan berujung tawuran.

Beruntung, petugas yang tengah melaksanakan patroli rutin menerima laporan adanya potensi keributan dan langsung bergerak menuju lokasi. Aparat mendapati dua kelompok pemuda telah berkumpul dan bersiap menghadapi satu sama lain.

“Anggota segera mengambil langkah persuasif dan pengamanan. Alhamdulillah situasi bisa dikendalikan sebelum terjadi bentrokan fisik,” jelasnya.

Sebanyak 25 pemuda kemudian diamankan untuk didata dan diberikan pembinaan, terdiri dari 17 pemuda asal Dukuh Poncomulyo dan 8 pemuda dari Dukuh Penggingwangi. Para orang tua juga dipanggil untuk ikut menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Menurut AKP Sahlan, pendekatan pembinaan dipilih agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kedua belah pihak sepakat membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. Orang tua kami libatkan supaya pengawasan terhadap anak-anak mereka lebih maksimal,” katanya.

Sebagai langkah lanjutan, para pemuda tersebut diwajibkan melakukan absen rutin di kantor polisi sebagai bentuk pengawasan sekaligus efek jera.

“Tujuannya agar mereka lebih terkontrol dan diarahkan pada kegiatan yang positif,” tambahnya.

Ia juga menegaskan patroli dini hari akan terus ditingkatkan, terutama menjelang waktu sahur yang kerap menjadi waktu rawan munculnya gesekan antar kelompok remaja.

“Kami mengajak masyarakat segera melapor apabila mengetahui potensi konflik. Pencegahan jauh lebih baik dibandingkan penindakan,” tandasnya.