YOGYAKARTA, Kaifanews — Pertandingan menarik bakal tersaji saat PSIM Yogyakarta menjamu Persijap Jepara pada pekan ke-25 BRI Super League musim 2025/2026. Duel kedua tim dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (11/3/2026) malam dengan kick off pukul 20.30 WIB.
Laga ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama memiliki kepentingan besar dalam perburuan poin. PSIM berambisi memperbaiki posisi klasemen, sementara Persijap berjuang menjauh dari ancaman degradasi.
Persijap diperkirakan tetap mengandalkan kekuatan lini serang yang dihuni Borja Herrera, Charlos Franca, Iker Guarrotxena, serta Borja Martinez untuk menekan pertahanan tuan rumah.
Pelatih Persijap, Mario Lemos, menegaskan bahwa setiap pertandingan saat ini memiliki arti penting bagi timnya dalam upaya memperbaiki posisi klasemen.
“Semua pertandingan bagi kami adalah final,” ujarnya dalam konferensi pers pra pertandingan pada Selasa (10/3/2026) malam.
Namun demikian, Persijap dipastikan tidak tampil dengan kekuatan penuh. Dua pemain dipastikan absen, yakni gelandang Wahyudi Hamisi yang terkena akumulasi kartu kuning serta bek asing Jose Luis Espinosa Arroyo atau yang akrab disapa Rubio setelah menerima kartu merah pada laga sebelumnya.
“Hamisi harus absen karena akumulasi kartu kuning, sementara Rubio mendapat kartu merah saat melawan Persis Solo,” jelasnya.
Absennya dua pemain tersebut memaksa tim pelatih melakukan penyesuaian komposisi pemain. Untuk mengisi kekosongan di lini belakang, posisi Rubio kemungkinan akan digantikan oleh Aly Ndom.
“Kami akan tetap mempertahankan pola permainan utama tim,” tegasnya.
Meski kehilangan pemain penting, Mario Lemos menganggap situasi tersebut sebagai hal yang lumrah dalam dunia sepak bola. Ia memastikan timnya tetap fokus memburu hasil maksimal dalam pertandingan tersebut.
“Dalam sepak bola, kartu maupun cedera adalah hal biasa. Yang penting kami tetap fokus menghadapi pertandingan,” katanya.
Di kubu tuan rumah, PSIM Yogyakarta yang saat ini berada di peringkat kedelapan klasemen dengan 37 poin dari 24 pertandingan juga tidak ingin kehilangan momentum. Jika berhasil meraih kemenangan, Laskar Mataram berpeluang naik ke posisi ketujuh.
Meski secara posisi klasemen lebih unggul, pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel menilai Persijap tetap menjadi lawan yang patut diwaspadai, terutama setelah sejumlah perubahan yang dilakukan tim tamu pada putaran kedua kompetisi.
“Kami juga kehilangan satu pemain karena kartu merah. Persijap membawa banyak pemain baru berkualitas dari berbagai liga, termasuk India dan Spanyol. Dalam tiga pertandingan terakhir mereka juga mendapatkan lima poin, jadi ini akan menjadi pertandingan sulit,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan performa Persijap dalam beberapa laga terakhir menjadi bukti bahwa tim tersebut tidak bisa dianggap remeh.
PSIM sendiri datang ke pertandingan ini dengan catatan hasil yang belum sepenuhnya memuaskan. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka hanya meraih satu kemenangan dan empat kali hasil imbang. Satu kemenangan tersebut diraih saat mengalahkan PSBS Biak dengan skor 4-2.
Van Gastel juga mengakui bahwa pertandingan terakhir timnya sempat terganggu karena harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37, sehingga mempengaruhi keseimbangan permainan.
“Bermain dengan 10 pemain tentu mempengaruhi jalannya pertandingan. Ada beberapa detail yang akan kami perbaiki,” paparnya.
Dengan kondisi kedua tim yang sama-sama tidak ideal, pertandingan ini diperkirakan berlangsung sengit. PSIM ingin mengamankan poin penuh di kandang, sedangkan Persijap bertekad mencuri poin demi menjauh dari zona merah klasemen.
Pertemuan ini pun menjadi ujian mental sekaligus pembuktian bagi kedua tim dalam menjaga konsistensi performa di sisa kompetisi musim ini. (*)








