Kaifanews – Laga panas akan tersaji pada pekan ke-22 Super League saat Persijap Jepara menjamu Persebaya Surabaya di Stadion GBK Jepara, Sabtu (21/2/2026) pukul 20.30 WIB.
Pelatih Persijap, Mario Lemos, memastikan timnya dalam kondisi siap tempur jelang laga krusial tersebut. Dalam sesi Pre-Match Press Conference, ia menegaskan persiapan berjalan maksimal selama lima hari terakhir.
“Kami berada dalam situasi yang bagus. Semua pemain siap bermain dan kami punya lima hari untuk mempersiapkan pertandingan ini. Persiapan berjalan tanpa kendala dan semua tahu tugasnya masing-masing,” ujar Lemos di Pre-Match Press Conference GBK Jepara pada Jumat (20/2/2026).
Meski optimistis, pelatih asal Portugal itu mengakui masih ada pekerjaan rumah, terutama dalam aspek pertahanan. Pada laga sebelumnya, Persijap kebobolan empat gol, yang menjadi evaluasi utama tim pelatih.
“Tentu kami harus memperbaiki sisi defensif setelah kebobolan empat gol di pertandingan terakhir. Tapi sepak bola bukan hanya bertahan, kami juga harus seimbang dalam menyerang dan transisi. Dalam lima hari ini kami mencoba memperbaiki semua aspek,” katanya.
Menurut Lemos, menghadapi Persebaya membutuhkan konsentrasi penuh selama 90 menit. Ia menekankan pentingnya disiplin kolektif serta visi permainan yang sama di seluruh lini.
“Kalau ingin menang, kami harus bertahan dengan baik dan tetap tajam saat menyerang. Semua pemain memahami bahwa laga ini sangat penting,” tegasnya.
Sementara itu, pemain Persijap, Lucas Morelatto, mengaku terus beradaptasi sejak bergabung dengan skuad Macan Kumbang. Ia menilai atmosfer tim sangat positif dan membantunya cepat menyatu.
“Saya baru datang ke klub, jadi setiap hari saya berusaha meningkatkan kondisi fisik dan memahami permainan tim. Adaptasi berjalan baik karena kami punya skuad berkualitas dan suasana tim sangat mendukung,” ujar Morelatto.
Pemain asal Brasil itu juga menegaskan ambisi tim untuk meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
“Kami ingin memenangkan pertandingan ini. Setiap laga sekarang sangat penting karena musim sudah memasuki fase menentukan,” katanya.
Laga kontra Persebaya juga digelar dalam suasana bulan Ramadhan. Lemos menilai situasi tersebut bukan hambatan berarti karena kedua tim berada dalam kondisi yang sama.
“Saya pernah bekerja di negara-negara mayoritas Muslim seperti Bangladesh dan Malaysia. Saya tahu para pemain Muslim sangat kuat secara mental. Jika ada tantangan soal hidrasi atau kebugaran, itu berlaku untuk kedua tim,” jelasnya.
Ia memastikan latihan tetap berjalan normal tanpa penurunan intensitas.
“Dalam dua hari terakhir kami berlatih dengan cara yang sama. Jika saya bilang ada penurunan kualitas, itu tidak benar. Para pemain sangat profesional dan kami menghormati keyakinan mereka,” tambahnya.
Dengan posisi klasemen yang semakin ketat di paruh kedua musim, laga pekan ke-22 ini dipandang seperti partai final kecil bagi Persijap. Dukungan suporter Laskar Kalinyamat diharapkan menjadi energi tambahan untuk mengamankan tiga poin penting.
Pertandingan yang disiarkan langsung melalui Vidio.com tersebut bukan sekadar soal gengsi, tetapi juga momentum untuk menjaga asa bersaing di papan klasemen Super League musim ini.
Saat ini, Persijap Jepara masih terjerumus dalam zona degradasi pada klasemen ke 17 dengan total 15 poin sedangkan Persebaya kokoh di peringkat ke 5 klasemen sementara dengan total poin 35. Layak dinantikan, mampukah tim tuan rumah menghadapi Bajul Ijo yang sedang on fire tersebut?








