KUDUS, Kaifanews — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Hotel Kenari Asri, Kamis 16 April 2026, partai ini tak sekadar melakukan pergantian kepengurusan, tetapi juga menyusun strategi besar untuk mendongkrak perolehan kursi di semua level.
Forum lima tahunan tersebut menjadi titik awal konsolidasi internal sekaligus penegasan arah perjuangan politik PKB ke depan. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua Umum DPP PKB, Ida Fauziyah, yang menegaskan pentingnya Muscab sebagai fondasi menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Muscab ini bukan hanya memilih pengurus baru, tetapi juga forum evaluasi dan perumusan program kerja lima tahun ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Muscab dilakukan serentak secara nasional. Untuk wilayah Jawa Tengah, agenda tersebut berlangsung hingga 19 April 2026 dengan pendampingan langsung dari DPP dan DPW guna memastikan proses berjalan sesuai arah kebijakan partai.
Lebih jauh, Ida menekankan bahwa PKB Kudus dituntut berani memasang target lebih tinggi pada Pemilu 2029. Saat ini, perolehan kursi partai tersebut tercatat dua kursi di DPRD Provinsi Jawa Tengah dan satu kursi di DPR RI. Capaian itu dinilai masih bisa ditingkatkan melalui strategi yang lebih terukur.
“Targetnya harus naik, baik di provinsi maupun DPR RI. Ini butuh perencanaan matang dan kerja kolektif seluruh kader,” tegasnya.
Dalam Muscab kali ini, PKB juga menerapkan mekanisme baru dalam menentukan kepengurusan. Selain mempertimbangkan aspirasi dari tingkat bawah, DPP melakukan pemetaan potensi kader melalui asesmen serta uji kelayakan dan kepatutan.
“Tidak cukup hanya punya keinginan, tapi juga harus punya kapasitas. Ada proses wawancara dan penilaian agar pengurus benar-benar siap menjalankan organisasi,” jelasnya.
Ida juga menggarisbawahi arah politik PKB yang mengedepankan konsep “politik kehadiran”. Menurutnya, keberhasilan partai tidak semata diukur dari jumlah kursi, tetapi juga sejauh mana mampu hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Politik kehadiran, pelayanan, keteladanan, dan kepemimpinan harus jadi pijakan utama,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kudus, Mukhasiron, mengungkapkan bahwa kekuatan partainya saat ini bertumpu pada generasi muda. Ia menyebut, sekitar 60 hingga 70 persen basis pemilih PKB di Kudus berasal dari kalangan milenial.
Menurutnya, potensi tersebut terus diperkuat melalui berbagai program kaderisasi, termasuk pendidikan politik yang telah menjaring sekitar 2.500 peserta. Dari jumlah itu, mayoritas merupakan anak muda.
“Sekitar 2.350 peserta adalah milenial. Ini menjadi kekuatan besar yang harus terus dirawat,” ujarnya.
Dengan modal tersebut, PKB Kudus menargetkan peningkatan signifikan di tingkat lokal. Saat ini, partai memiliki tujuh kursi di DPRD Kudus, dan pada Pemilu 2029 ditargetkan kembali mencapai 10 kursi seperti capaian sebelumnya.
“Target kami jelas, mengembalikan 10 kursi di DPRD Kudus,” tegasnya.
Mukhasiron juga mengapresiasi kehadiran Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dalam Muscab tersebut. Ia menilai sejumlah janji politik yang telah direalisasikan, termasuk perhatian terhadap guru TPQ, menjadi bukti sinergi antara partai dan pemerintah daerah.
Melalui Muscab ini, PKB Kudus berharap mampu memperkuat soliditas internal sekaligus menyusun langkah strategis yang lebih tajam untuk menghadapi Pemilu 2029.
“Kami optimistis dengan kekuatan kader dan dukungan masyarakat, target itu bisa tercapai,” tandasnya. (*)








