KUDUS, Kaifanews — Pemerintah Kabupaten Kudus bersiap memulai pembangunan Gedung Kudus Sehat pada awal Mei 2026. Proyek bernilai puluhan miliar rupiah itu kini tinggal menunggu rampungnya tahapan lelang serta masa sanggah sebelum masuk ke fase konstruksi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan, proses pengadaan proyek telah mendekati garis akhir. Saat ini, tahapan administratif masih berjalan sebelum kontrak kerja diteken.

“Sekarang kita masih menunggu pengumuman dan masa sanggah. Setelah itu kemungkinan awal Mei sudah bisa masuk tahap pelaksanaan,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.

Gedung Kudus Sehat dirancang sebagai pengembangan layanan dari RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus sekaligus menjadi lompatan menuju sistem pelayanan kesehatan berbasis teknologi modern di daerah.

Pemerintah daerah menargetkan fasilitas ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat tanpa harus berobat ke luar kota.

Sam’ani menegaskan, proyek tersebut pada prinsipnya sudah selesai dilelang.

“Tahun ini sudah dilelang, jadi tinggal pelaksanaannya saja,” jelasnya.

Nilai investasi pembangunan diperkirakan berada di kisaran Rp90 miliar hingga Rp98 miliar. Sementara dalam dokumen tender, pagu anggaran tercatat mencapai Rp110 miliar dengan Harga Perkiraan Sementara (HPS) sekitar Rp99,67 miliar.

Pendanaan proyek akan dikelola oleh pihak rumah sakit dengan skema yang disesuaikan kemampuan keuangan. Tidak menutup kemungkinan, sebagian pembiayaan berasal dari pinjaman.

“Kalau memang ada pinjaman, itu karena fasilitas yang dibangun nanti bisa menghasilkan profit,” paparnya.

Gedung Kudus Sehat nantinya akan dibangun setinggi enam lantai dengan tambahan satu semi-basement. Fasilitas yang disiapkan cukup lengkap, mulai dari ruang rawat inap kelas VVIP dan VIP, layanan medis seperti rehabilitasi dan radiologi, hingga area penunjang berupa hotel, restoran, serta ruang komersial dan parkir.

Sejumlah sumber internal menyebutkan, pemenang lelang proyek ini adalah PT Gala Tama dengan nilai penawaran sekitar Rp91,44 miliar. Namun demikian, pemerintah daerah masih menunggu selesainya masa sanggah sebelum melangkah ke penandatanganan kontrak.

Dengan hadirnya gedung baru ini, Pemkab Kudus berharap kualitas layanan kesehatan meningkat signifikan dan mampu menjadi magnet layanan medis modern di wilayah Pantura.

“Harapannya, masyarakat Kudus tidak perlu lagi berobat ke luar daerah karena fasilitas di sini sudah lengkap,” tandasnya. (*)