Kaifanews — Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton menghadiri Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa (3/3/2026).
Kehadiran Bellinda sekaligus sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Kudus untuk memastikan kesiapan daerah dalam menjalankan program prioritas nasional tersebut.
Rapat koordinasi menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana yang memaparkan perkembangan pelaksanaan MBG di berbagai daerah.
Dalam forum tersebut disampaikan bahwa Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah dengan capaian pelaksanaan tertinggi secara nasional.
Dari total potensi penerima manfaat sebanyak 9.639.459 orang, tercatat 9.348.898 penerima telah mendapatkan layanan MBG atau mencapai 96,98 persen.
Bellinda menegaskan Kabupaten Kudus berkomitmen penuh mengawal implementasi program agar berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Kabupaten Kudus siap mengawal pelaksanaannya agar berjalan berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Menurutnya, koordinasi lintas pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah menjadi kunci keberhasilan program. Pemerintah Kabupaten Kudus akan terus memperkuat sinergi antarinstansi serta memastikan kesiapan pelaksanaan di lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi secara berkala agar distribusi program tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
“Melalui koordinasi yang kuat dan pengawasan yang berkelanjutan, kami berharap program MBG di Kabupaten Kudus mampu meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” jelasnya.
Disisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai keberhasilan implementasi MBG di Jawa Tengah menjadi indikator penting dalam percepatan program secara nasional.
“Pelaksanaan di Jawa Tengah menunjukkan kolaborasi yang baik. Program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Program MBG memang dirancang tidak sekadar memberikan asupan makanan bergizi, tetapi sekaligus membuka rantai ekonomi baru melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, koperasi desa, hingga pelaku UMKM lokal.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Program ini menjadi bagian dari strategi besar menyiapkan generasi sehat sekaligus memperkuat ekonomi daerah,” tandasnya. (*)








