KUDUS, Kaifanews — Momentum Tarawih dan Silaturahmi Bersama (Tarhima) perdana yang digelar di Masjid Baitul Makmur, Desa Pasuruhan Lor, Rabu (18/2/2026) malam, menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat menyambut bulan suci Ramadan.
Bupati Sam’ani Intakoris yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengajak masyarakat menjaga kekompakan dan semangat gotong royong dalam kehidupan sosial maupun keagamaan.
“Kami mengajak masyarakat menyambut Ramadan dengan penuh kebersamaan, menjaga silaturahmi serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam penanganan banjir di wilayah Dukuh Goleng yang kini dinilai telah tertangani dengan baik.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, kondisi banjir di Dukuh Goleng sudah teratasi dengan baik. Ini bukti kekuatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan relawan,” katanya.
Selain isu kebencanaan, Bupati turut menyoroti persoalan lingkungan yang saat ini menjadi perhatian serius di Kabupaten Kudus, khususnya terkait darurat sampah.
“Kudus saat ini menghadapi persoalan sampah yang cukup serius. Kami mengimbau masyarakat mulai memilah sampah dari rumah, menghidupkan kerja bakti rutin, serta menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan bersama,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari keluarga dan komunitas terkecil agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.
“Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kalau dimulai dari rumah, dampaknya akan besar,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pentasyarufan zakat, infak, dan sedekah oleh BAZNAS Kabupaten Kudus berupa bantuan Rp10 juta untuk Masjid Baitul Makmur serta bantuan renovasi rumah terdampak bencana sebesar Rp7 juta.
Bupati berharap bantuan tersebut dapat memperkuat solidaritas sosial masyarakat sekaligus menjadi contoh kepedulian bersama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
“Kegiatan seperti Tarhima ini bukan hanya ibadah, tetapi juga momentum mempererat kepedulian sosial, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama,” tandasnya.








