JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan menohok saat membela program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan urat nadi bagi masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh pelosok Indonesia pada Jumat (13/2).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di hadapan jajaran pejabat negara dan publik, Prabowo menyentil pihak-pihak yang masih meragukan urgensi program ini dengan menyebut bahwa bagi kalangan berpunca, kebutuhan gizi mungkin bukan perkara besar, namun bagi jutaan rakyat kecil, program ini adalah harapan nyata untuk memutus rantai stunting dan kemiskinan.

Pidato yang emosional sekaligus tegas ini seolah menjadi jawaban telak atas berbagai kritik terkait anggaran negara, sekaligus mempertegas keberpihakan pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial yang dimulai dari piring makan rakyat jelata.

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui adanya dinamika opini terkait efektivitas anggaran program Makan Bergizi Gratis di tengah tantangan ekonomi global.

Namun, ia menekankan bahwa investasi pada sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

“Mungkin bagi orang kaya, bagi mereka yang punya segalanya, makan bergizi gratis itu tidak penting. Tapi bagi jutaan rakyat kita, bagi anak-anak di desa dan kaum buruh, ini adalah soal masa depan bangsa yang sedang kita pertaruhkan,” tegas Presiden Prabowo Subianto.

Presiden menambahkan bahwa dirinya sering mendapati kenyataan di lapangan di mana anak-anak sekolah harus menahan lapar atau hanya mengonsumsi makanan seadanya.

Kondisi inilah yang menurutnya menjadi penghambat utama kecerdasan dan produktivitas generasi penerus Indonesia ke depan.

“Saya tidak mau melihat lagi ada anak Indonesia yang berangkat sekolah dengan perut kosong atau hanya makan nasi garam. Kita adalah negara kaya, sangat tidak adil jika pemimpinnya hidup mewah sementara anak-anaknya kekurangan protein untuk berpikir,” lanjut Prabowo dengan nada bicara yang meninggi.

Pemerintah saat ini tengah mengakselerasi distribusi program MBG agar menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Prabowo menginstruksikan seluruh kementerian terkait untuk memastikan tidak ada kebocoran anggaran dalam pelaksanaan program yang menyedot perhatian publik ini.

“Saya minta semua pejabat, jangan ada yang main-main dengan anggaran makan anak-anak kita. Ini adalah amanat rakyat, dan saya sendiri yang akan mengawasi agar setiap rupiah sampai ke mulut anak-anak yang membutuhkan,” ungkap Presiden secara lugas.

Kritik mengenai beban fiskal dijawab Presiden dengan keyakinan bahwa program ini justru akan menciptakan efek domino ekonomi di tingkat lokal.

Dengan melibatkan UMKM dan petani daerah sebagai penyedia bahan baku, perputaran uang diharapkan akan memperkuat ekonomi kerakyatan secara signifikan.

“Jangan hanya melihat ini sebagai biaya, lihatlah sebagai investasi jangka panjang untuk Indonesia Emas 2045. Kalau anak-anak kita sehat dan pintar, mereka yang akan membayar kembali semua investasi ini dengan memajukan ekonomi kita nantinya,” imbuh Prabowo.

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk pihak swasta dan kalangan mampu, untuk ikut bergotong-royong menyukseskan agenda nasional ini.

Ia meyakini bahwa persatuan dalam menyelesaikan masalah gizi akan menjadi fondasi kekuatan Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat di mata dunia.